Al-Qur'an dan Ilmu Pengetahuan Di Dalamnya

January 04, 2017

Al-Qur'an dan Ilmu Pengetahuan Di Dalamnya
Al-Qur'an dan Science

Seperti yang kita ketahui  al- qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Muhammad SAW yang berisi tentang pedoman, petunjuk, dan juga masih banyak nama-nama lain yang menggambarkan al-qur’an. Salah satunya yang akan kita bahas saat ini adalah tentang ayat-ayat al-qur’an yang berkaitan atau mempunyai  hikmah dalam ilmu pengetahuan, termasuk didalamnya masalah sains dan teknologi, dan lainnya. Makalah ini akan membahas tentang pengaplikasian al-qur’an pada ilmu-ilmu yang kita pelajari di sekolah maupun perguruan tinggi. Yaitu didalamnya, penerapan dalam ilmu hukum islam, biologi, fisika, kimia, dan lain-lain.

Al-Qu’an dan Ilmu Pengetahuan
Isyarat-isyarat keilmuan
                Selain memiliki kekuatan dalam segi bahasa dan pemberitaan, al-Qur’an juga memperlihatkan keistimewaannya melalui ilustrasi-ilustrasi ajarannya yang memberi isyarat kearah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilustrasi ajaran-ajarannya menyoroti banyak hal yang ada dalam kehidupan alam ini, baik menegenai proses terjadinya alam, mekanisme kehidupan mahluk-mahluk termasuk manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. [1]
Padahal  bangsa arab pada zaman itu termasuk masyarak yang lemah tradisi tulis-bacanya, dan lemah pula wawasan dan pengetahuan mereka tentang berbagai bidang keilmuan, kecuali dalam aspek perdagangan yang sudah menjadi tradisi dikalangan masyarakat Quraisy sejak masa nenek moyang mereka. Kontak mereka pada orang-orang byzantium dari eropa timur bukan kontak keilmuan, melainkan kontak perdagangan. Sebab itu, mereka kemudian disebut allah sebagai masyarakat ummi ( lemah tradisi tulis-bacanya). Demikian pula dengan Muhammad yang merupakan bagian dari anggota masyarakat Quraisy. Beliau tidak punya akses terhadap ilmu pengetahuan, baik khazanah keilmuan hasil peradaban masyarakat yunani kuno ( yang lebih bercorak ilmu-ilmu kontemplatif dalam berbagai aspek kehidupan alam semesta, dan tersimpan dengan utuh dibawah kekuasaan byzantium) maupun ilmu-ilmu falsafah mistik dari persia.
                Dengan demikian, ketika al-Qur’an diturunkan dan memberi isyarat berbagai bidang keilmuan, bagi masyarakat quraisy merupakan sesuatu yang baru dan belummereka kenal; sementara muhammad sendiri tidak mungkin menyusunnya karena tidak memiliki latar budaya yang mendukung rumusan atau ilustrasi al-qur’an. Hal ini merupakan salah satu kekuatan kitab suci ini, yang secara otomatis merupakan penentangan kepada orang-orang kafir quraisy terhadap kebenarannya, dan sekaligus menunjukan kebenaran kerasulan muhammad, pembawa ajaran-ajaran tersebut.
                Dari hasil penelitian, pengamatan dan kesimpulan para ilmuwan muslim, yang secara serius melakukan kajian terhadap dimensi keilmuan dalam al-qur’an terlihat bahwa al-qur’an telah mengisyaratkan pertumbuhan berbagai bidang ilmu, baik ilmu-ilmu keagamaan maupun ilmu-ilmu sosial kemasyarakatan.
                Penelitian tentang kajian tentang isyarat-isyarat al-qur’an terhadap  ilmu pengetahuan masih terus dilakukan para ilmuan muslim, untuk menjadikan al-qur’an sebagai salah satu bahan informasi awal  atau sumber inspirasi untuk mengembangkan kajian-kajian sains, baik ilmu murni maupun terapan. Dari sekian banyak ayat-ayat yang mengisyaratkan ilmu pengetahuan, para ilmuan telah mampu merekonstruksi ayat sehingga terlihat gagasan konsepsional yang dikemukakannya dalam bidang-bidang ilmu tertentu. Diantara cabang-cabang ilmu yang memperoleh perhatian serius dari al-qur’an dan terekronstuksi secra baik oleh para saintis adalah fisika, biologi, astronomi, kimia dan geologi. Sedang lainnya masih terus dalam proses kajian dan penelaahan dengan bantuan ilmu-ilmu empirik hasil rumusan para ilmuan.
Sebelum membahas pengertian sumber hukum Islam, terlebih dahulu kita harus mengetahui pengertian hukum Islam. Hukum artinya menetapkan sesuatu atas sesuatu atau meniadakannya. Hukum Islam disebut juga syariat atau hukum Allah SWT, yaitu hukum atau undang-undang yang ditentukan Allah SWT sebagaimana terkandung dalam kitab suci Alquran dan hadis (sunah). Syariat Islam juga merupakan hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat manusia, baik muslim maupun bukan muslim.

  1. Ilmu Agama
    Setelah kita mengetahui pengertian hukum atau syariat Islam, barulah kita mengetahui pengertian sumber hukum Islam. Yang dimaksud sumber hukum adalah segala sesuatu yang melahirkan atau menimbulkan aturan yang mempunyai kekuatan yang bersifat mengikat yang apabila dilanggar akan menimbulkan sanksi yang tegas dan nya Dengan demikian, sumber hukum Islam adalah segala sesuatu yang dijadikan dasar, acuan, atau pedoman syariat Islam.
Seluruh hukum produk manusia adalah subyektif. Hal ini dikarenakan minimnya ilmu yang diberikan Allah Swt. tentang kehidupan dunia dan kecenderungan untuk menyimpang. Sedangkan hukum Allah Swt. adalah peraturan yang lengkap dan sempurna serta sejalan dengan fitrah manusia.
Sumber ajaran Islam dirumuskan dengan jelas dalam percakapan Nabi Muhammad dengan sahabat beliau Mu’az bin Jabal, yakni terdiri dari tiga sumber yaitu al-Qur’an (kitabullah), seperti firman Allah swt.
dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.(Q.S.An-Nahl:89).
Adapun pokok-pokok kandungan dalam al-Qur’an antara lain:
  1. Tauhid, yaitu kepercayaan terhadap ke-Esaan Allah dan semua kepercayaan yang berhubungan dengan-Nya.
  2. Ibadah, yaitu semua bentuk perbuatan sebagai manifestasi dari kepercayaan ajaran tauhid.
  3. Janji dan ancaman (al wa’d wal wa’iid), yaitu janji pahala bagi orang yang percaya dan mau mengamalkan isi al-Qur’an dan ancaman siksa bagi orang yang mengingkarinya.
  4. Kisah umat terdahulu, seperti para Nabi dan Rasul dalam menyiarkan risalah Allah maupun kisah orang-orang shaleh ataupun orang yang mengingkari kebenaran al-Qur’an agar dapat dijadikan pembelajaran bagi umat setelahnya.

2. Fisika
Al-qur’an memang bukan buku ilmu pengetahuan ataupun fisika. Namun, sebagaimana yang telah dikemukakan diatas,dalam proses penyampaian pesan-pesan ajarannya, al-Qur’an mengungkapkan berbagai ilustrasi tentang kehidupan alam, yang kemudian ditangkap para ilmuwan sebagai isyarat ilmu pengetahuan. Salah satu yang diungkapkan al-Qur’an adalah proses kejadian alam semesta, yang dalam ilmu pengetahuan modern termasuk dalam kajian disiplin ilmu fisika.
                Menurut Ahmad baiquni,[2]  al-qur’an membari isyarat bagaimana proses alam ini diciptakan. Isyarat ini terlihat antaara lain dalam surah an-Anbiya’/21: 30
                                                                                                                                                                 
dan Apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka Mengapakah mereka tiada juga beriman?

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?
                Ayat ini pada dasarnya merupakan seruan kepada orang kafir untuk beriman kepada Allah SWT dan tunduk kepada segala perintah-Nya,karena tuhan adalah pencipta alam semesta, termasuk mereka yang kafir kepada-Nya. Tuhan memperlihatkan awal kejadian alam, yang menuntut informasi al-Qur’an, dan langit dan bumi pada awalnya satu, kemudian dipecah oleh-Nya sehingga terpisah-pisah.  
                Dan dalam karyanya, Harun Yahya menyebutkan pada buku Pesona al-Qur’an tentang  unsur besi dan hukum relativitas.
Disebutkan; Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur'an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti "besi", kita diberitahu sebagai berikut:

Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya Padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha kuat lagi Maha Perkasa.

Kata "anzalnaa" yang berarti "kami turunkan" khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni "secara bendawi diturunkan dari langit", kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.
Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.
Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut "nova" atau "supernova". Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru
alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.
Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan "diturunkan ke bumi", persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur'an diturunkan.
relativitas
                Kini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya.
Tapi ada perkecualian; Al Qur'an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi:

dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, Padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu

malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama:
  
Allah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"
mereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, Maka Tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung."
Allah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu Sesungguhnya

Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur'an, yang mulai diturunkan pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur'an adalah Kitab Suci.

3. Biologi
                Salah satu tema peting dalam al-qur’an, dan sekaligus menjadi sesuatu kekuatannya adalah ungkapan al-qur’an tentang reproduksi manusia, yang dalam pembahasan sains modern termasuk kedalam disiplin ilmu biologi, yang selanjutnya merupakan dasar pengembangan ilmu kedokteran.
                Allah memulai dengan pernyataan bahwa manusia adalah makhluk yang paling baik bentuknya, sebagaimana diungkapkan dalam surat al-Tin/95: 4 

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .

Kemudian allah menjelaskan proses kejadian manusia, yang bermula dari embrio sampai terbentuknya tubuh yang sempurna, sebagaimana dikemukakan dalam surat al-infithar/82: 6-8

Hai manusia, Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang.  Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.

Kejadian manusia yang berproses tersebut dipertegas kembali oleh allah dalam surah Nuh/71; 41:

Padahal Dia Sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian

                Maurice bucaille[3] menyimpulkan bahwa al-Qur’an setidaknya mengungkap empat sub-tema penting tentang proses kejadian manusia, yaitu:
1.        Pembuahan
2.       Watak zat zair
3.       Menetapnya telur yang sudah dibuahi
4.      Perkembangan embrio

Allah menyatakan, kejadian manusia berawal dari setes air mani yang membuahi sel telur  wanita dalam rahiim yang cukup kokoh, sebagaimana dinyatakan dalam surah al-Nahl/16: 4:


Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.

Kemudain air mani membuahi sel telur didalam rahim, sebagaimana dinyatakan dalam surah al-mu’minuun/23;13:

 kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

Pembuahan terjadi ketika ada proses penumpahan air mani tersebut, sebagaimana dinyatakan dalam surah al-Qiyamah/75: 37:

Bukankah Dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),

Dan air mani yang mampu melakukan pembuahan adalah sel  adalah sel sperma yang terbaik. Dari sekian ribu sel sperma yang memancar kedalam mulut rahim wanita, hanya satu yang akan melakukan pembuahan,yakni yang paling baik dan paling kuat, sebagaimana dinyatakan dalam surah al-Sajadah/32:8:
   
kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.

Dan juga dalam bidang biologi yaitu tanda pengenal lewat sidik jari, Tanda pengenal manusia lewat sidik jari
Saat dikatakan dalam Al Qur'an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan:

Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya? Bukan demikian, sebenarnya Kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.

Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.
Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.
Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al Qur'an, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.

4. Astronomi
Penciptaan alam semasta.
Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur'an pada ayat berikut:

Dia Pencipta langit dan bumi. bagaimana Dia mempunyai anak Padahal Dia tidak mempunyai isteri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.

Keterangan yang diberikan Al Qur'an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan "Big Bang", membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.
Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur'an 1.400 tahun lalu.
Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.

Bentuk bulat planet bumi
  
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. ingatlah Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Dalam Al Qur'an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai "menutupkan" dalam ayat di atas adalah "takwir". Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.
Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur'an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.
Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur'an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur'an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.
                Sebetulnya masih banyak lagi yang belum kita paparkan ilmu-ilmu yang juga tersirat dalam al-qur’an  seperti, kimia, geologi, ilmu kesehatan,ilmu pertanian,hidrologi dll.
Jadi bisa disimpulkan, Al Qur'an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al Qur'an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al Qur'an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al Qur'an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah.

Daftar Pustaka
Shihab, Quraish, Sejarah dan Ulum Al-Qur’an. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2000
Bucaille, Maurice Bible,Qur’an dan Sains Modern, Terj (Jakarta: Bulan Bintang, 1978),
 http://keajaibanalqur’an.com/harunyahya/pesonalaquran.




[1] Muhammad Isma’il Ibrahim, op. cit., hal 24 (diambil dari Sejarah dan Ulum al-Qur’an, Prof. Dr. M. Quraish Shihab. Bandung 2000)
[2] Ahmad baiquni , Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern, (Bandung: Pustaka, 1983), hal 17-25
[3] Maurice Bucaille, Bible,Qur’an dan Sains Modern, Terj. H.M. Rasjidi, (Jakarta: Bulan Bintang, 1978), hal. 298

You Might Also Like

0 comments