Islam Pada Masa Modern

July 29, 2017

Perkembangan Islam Pada Masa Modern

Masa pembaruan dunia Islam dimulai pada abad ke 18. Pada abad ke 18 ini Islam mulai menata kembali kekuatan untuk menuju peradaban yang baru. Hal ini ditandai dengan  lahirnya gerakan pembaruan dalam hal pemikiran.
            Gerakan pembaharuan Islam adalah upaya untuk menyesuaikan (kontekstualisasi) ajaran Islam dengan perkembangan zaman yang ditimbulkan akibat berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
            Dalam bahasa Arab pembaharuan dikenal dengan istilah tajdid, dan pelakuknya dikenal dengan mujaddid. Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad saw menyebutkan bahwa setiap awal abad Allah swt akan mengutus orang-orang yang akan memperbaharui agama.

            Memperbaharui di sini maksudnya bukan membuat ajaran baru. Tetapi lebih kepada memperbaharui cara berpikir umat Islam. Memperbaharui ilmu-ilmu pengetahuan serta menyandingkan dengan keilmuan-keilmuan keIslaman.

Gerakan pembaharuan Islam ini disebut juga dengan gerakan modernisasi atau gerakan reformasi Islam. Gerakan ini dilakukan untuk menyesuaikan ajaran Islam dengan tatanan dunia baru yang diakibatkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan gerakan ini diharapkan umat Islam dapat berkembang, tidak ketinggalan.

Maka dengan demikian, pembaharuan Islam mengandung maksud mengembalikan sikap dan pandangan hidup umat Islam agar sejalan dengan semangat al-Qur’an dan Sunnah.

Gagasan untuk melakukan pembaharuan dalam dunia Islam muncul akibat karena adanya kontak yang terjadi antara dunia Islam dan Barat. Akibat dari kontak yang terjadi ini umat Islam menyadari bahwa mereka tertinggal daripada dunia Barat.

Kontak yang terjadi antara Islam dan Barat sudah terjadi pada masa Turki Usmani. Kontak tersebut semakin intens ketika jatuhnya pemerintahan Mesir oleh Napoleon Bonaparte. Kondisi seperti inilah yang mengakibatkan para intelektual Muslim di Mesir untuk segera melakukan upaya-upaya pembaharuan.

Dikarenakan umat Islam mengalami kemunduran, maka diperlukanlah pembaharuan. Di antara faktor yang memengaruhi kemunduran umat Islam adalah:
a.              Umat Islam melakukan bid’ah, khurafat, dan syirik.
b.             Ditutupnya pintu ijtihad.
c.         Umat Islam tidak terdorong untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang dulu pernah berjaya.
d.             Umat Islam salah memahami makna takdir, sehingga terjerumus dalam paham fatalisme.
e.              Lemahnya persaudaraan umat Islam.

Faktor-faktor tersebut membuat gerakan pembaharuan semakin harus dilakukan. Di antara faktor yang memengaruhi munculnya proses pembaharuan adalah:
a.              Umat Islam bersikap jumud.
b.             Munculnya kesadaran di kalangan umat Islam bahwa ajaran Islam sudah banyak dimasuki dengan ajaran asing dari tradisi lain. Hal itu dianggap sebagai penyebab umat Islam statis.
c.              Karena dunia Barat sudah mengalami kemajuan, sehingga para ulama Islam terdorong untuk berpikir maju, kritis, dalam menata kehidupan modern.

Upaya Pembaharuan
Pembaharuan dilakukan di bidang:

Akidah
Akidah adalah iman yang teguh dan pasti. Tidak ada keraguan sedikitpun bagi orang yang yakin. Upaya pembaharuan di bidang akidah perlu dilakukan karena praktiknya umat Islam banyak melakukan penyimpangan, bahkan melakukan kemusyrikan. Seperti makam para wali yang dikeramatkan, nama-namanya disebut dalam doa, dan umat Islam banyak berharap kepada selain Allah. Pembaharuan di bidang akidah ini dipelopori oleh Muhammad ibn Abdul Wahab. Gerakannya kita kenal sekarang dengan Wahabi.

Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan di dunia Barat berkembang. Sedangkan di dunia Islam terhenti. Dikarenakan sikap jumud dan tertutupnya pintu ijtihad. Untuk mengimbangi atau bahkan berjalan berdampingan dengan kemajuan dunia Barat, maka diperlukan pembaharuan di bidang ilmu pengetahuan.

            Salah seorang tokohnya adalah Jamaluddin al-Afghani, Muhammad ‘Abduh, dan Rasyid Ridha. Jamaluddin al-Afghani menerbitkan jurnal al-‘Urwah al-Wutsqa. Jurnal yang dibuat di Paris dan diedarkan di Mesir.

Politik
Salah seorang tokohnya adalah Mustafa Kemal Pasha Attaturk. Dia mengganti sistem pemerintahan di Turki dari Monarki ke Republik dan berpaham sekuler.

***


You Might Also Like

0 comments